Langsung ke konten utama

Seni Pembelajaran Matematika di Masa Pandemi - seri Virtual Open Class

 

                                                    Ringkasan Video Daring Open Class

VOC di Masa Pandemi Covid-19

- Nana Gregor -

 

Pandemi Covid-19 tidak lantas menghentikan semua program kegiatan yang telah menjadi program rutin tahunan di sekolah saya, misalnya VOC. Apa sih VOC itu?

Salam Merdeka Belajar!! Perkenalkan nama saya adalah Setiana seorang guru matematika di SMP Darma Bangsa, salah satu sekolah swasta di Bandar Lampung. Sebelum  menceritakan pengalaman saya berkaitan dengan kegiatan VOC, saya akan mengajak para pembaca yang budiman, untuk kembali menilik sistem pendidikan di masa Pandemi Covid-19 ini. Seperti yang kita ketahui, banyak sekali berita baik dari media cetak maupun online yang menyebutkan bahwa pendidikan menjadi salah satu sektor yang terkena dampak paling besar di masa Pandemi Covid-19. Memang benar, dampaknya adalah banyak sekolah-sekolah di Indonesia yang tutup dan dialihkan ke pembelajaran online. Ditutupnya sekolah dilakukan demi menjaga kita agar tetap sehat dan tidak tertular virus Corona. 

Pembelajaran online atau yang kita sebut dengan Pembelajaran Jarak jauh (PJJ) menjadi salah satu alternatif yang diyakini mampu untuk memfasilitasi kegiatan belajar mengajar di masa sekarang. Meskipun pengalihan sistem pembelajaran dari tatap muka ke pembelajaran online merupakan shock attack bagi Indonesia, namun pemerintah mengeluarkan kebijakan mengenai PJJ dengan memberikan kemudahan kepada pihak sekolah untuk memilih kurikulum yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan peserta didiknya.  Bagi sekolah yang berada di zona hijau dan kuning pemerintah mengijinkan untuk mengadakan pembelajaran tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan atas ijin pemerintah daerah terutama orang tua sebagai penentu keputusan, sedangkan sekolah yang berada di zona orange dan zona merah tidak diijinkan untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka atau melanjutkan Belajar dari Rumah (BDR). Hal ini dikarenakan penekanan utama pemerintah adalah kesehatan dan keselamatan kita semua yang terlibat di dalamnya. 

Meskipun kebijakan dari pemerintah tersebut sudah diterapkan, tidak lantas luput dari permasalahan atau kendala.  Beberapa kendala muncul dalam pelaksanaan PJJ salah satunya  berasal dari guru, diantaranya masih kesulitan dalam mengelola PJJ, masih terfokus pada bagaimana menuntaskan kurikulum sehingga mengakibatkan pembelajaran tidak bermakna dan kurang interaktif, guru dituntut untuk tetap menunjukkan kompetensinya meskipun dengan keterbatasan yang ada. Salah satu kompetensi yang harus dikuasai adalah pedagogik dimana selain mampu mengembangkan kurikulum guru juga harus memahami psikologi perkembangan  kepribadian siswa supaya mengetahui dengan benar tentang cara melakukan pendekatan pembelajaran online yang tepat sehingga dapat memancing ketertarikan siswa untuk belajar. 

Upaya SMP Darma Bangsa dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru, yaitu dengan mengadakan kegiatan Open Class yang rutin diadakan setiap satu semester, dan sudah berjalan selama 4 tahun. Open Class merupakan kegiatan pengembangan kompetensi guru dalam rangka untuk meningkatkan mutu pembelajaran yang berimbas pada peningkatan hasil pembelajaran di sekolah. Karena pembelajaran dilakukan secara online, maka kegiatan ini pun dilakukan secara online/ virtual sehingga disebut dengan Virtual Open Class (VOC). Kegiatan ini dihadiri oleh para orang tua siswa, BOP (Komite Sekolah), Pengawas dari dinas, Kepala Sekolah, dan Ketua Pelaksana Harian. Adapun rangkaian kegiatan ini dibagi menjadi 3 (tiga) tahap. Tahap pertama adalah briefing mengenai pelaksanaan kegiatan, tahap kedua adalah tahap dimana semua partisipan bergabung dalam kelas virtual yang disiapkan dan melihat bagaimana proses PJJ berlangsung, dan tahap ketiga adalah review mengenai proses PJJ yang telah mereka ikuti. 

Berdasarkan paparan mengenai kegiatan VOC, saya sebagai guru sasaran akan berbagi pengalaman mulai dari persiapan hingga pelaksanaan. Persiapan yang saya lakukan supaya VOC berjalan baik antara lain: 1) mencocokkan ide pembelajaran dengan Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator, setelah ada kesesuaian kemudian melakukan konsultasi dengan orang berkompeten untuk mendapatkan saran dan masukan untuk perbaikan mengenai ide tersebut, 2) menentukan metode pembelajaran yang sesuai dengan indikator pembelajaran, 3) menentukan aplikasi apa saja yang akan digunakan supaya dapat membantu mencapai kompetensi siswa dan mudah dioperasikan oleh siswa, 4) menyusun RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) Darurat Covid-19, 5) RPP yang telah disusun dikonsultasikan dengan Kepala Sekolah dan Ketua Pelaksana Harian untuk memperoleh RPP yang baik artinya kegiatan pembelajaran didalamnya sesuai dengan KD yang akan dicapai, 5) mengadakan simulasi VOC dengan teman-teman yang berperan sebagai siswa, dengan tujuan untuk mengecek kelancaran aplikasi dan program yang akan digunakan, 6) mengevaluasi hasil simulasi dengan memperbaiki tampilan aplikasi dan program ataupun mengganti aplikasi yang dirasa akan menghambat proses PJJ dengan aplikasi yang lebih baik. 7) berkoordinasi dengan wali kelas supaya siswa mempersiapkan program yang akan digunakan di laptop masing-masing. 8) mempersiapkan dan memberikan pelatihan kepada siswa yang berkompeten untuk menjadi tutor dalam diskusi tutor sebaya. 

Kegiatan VOC dilaksanakan selama 3 (tiga) jam dengan pembagian waktu sebagai berikut 30 menit untuk briefing dengan pihak yang hadir yaitu orang tua, BOP, Pengawas, Kepala Sekolah, dan Ketua Pelaksana Harian, 90 menit proses pembelajaran online, dan 60 menit untuk evaluasi hasil pembelajaran online yang telah dilaksanakan. Pada pembelajaran online dalam kegiatan VOC ini, saya sebagai guru matematika menyampaikan materi persamaan garis lurus dengan topik gradien atau kemiringan untuk siswa kelas 8. Metode pembelajaran yang digunakan adalah tutor sebaya. Aplikasi utama yang digunakan dalam PJJ adalah Zoom dan Padlet, sedangkan aplikasi pendukung seperti Google Jamboard, Google Form, dan program Geogebra. KD pada pembelajaran ini adalah menyelesaikan masalah kontekstual yang berkaitan dengan fungsi linear sebagai persamaan garis lurus. 

Proses pembelajaran online dalam kegiatan VOC ini saya mengajak siswa untuk berperan sebagai seorang arsitek atau orang yang bekerja di bidang bangunan. Dimana, mereka akan berdiskusi dengan kelompoknya untuk membuat rancangan sebuah “tangga” dengan menggunakan program geogebra. Pada kegiatan pendahuluan, guru memberikan apersepsi yang berkaitan dengan pengalaman mereka menggunakan tangga baik di rumah, tempat perbelanjaan maupun di sekolah.  Siswa sangat antusias membagikan pengalaman mereka ketika menaiki sebuah tangga. Berdasarkan jawaban siswa kemudian saya mengajak mereka untuk memperhatikan video ketika saya melakukan pengukuran terhadap tangga sekolah untuk menentukan kemiringan tangga tersebut. Dalam video tersebut, saya menunjukkan alat-alat ukur yang dibutuhkan sesuai standar pengukuran, komponen-komponen tangga yang akan diukur, kendala ketika melakukan pengukuran, alternatif mengukur komponen tinggi tangga dengan mengukur tinggi masing-masing anak tangga. Setelah diperoleh panjang tangga dan tinggi tangga, kemudian saya mengajak siswa secara bersama-sama untuk menentukan kemiringan tangga sekolah dengan cara memvisualisasikannya menggunakan program geogebra. Pada kegiatan ini, saya menunjukkan bahwa kepada siswa bahwa program geogebra sangat memudahkan untuk memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan kemiringan. Hasil dari praktek bersama ini, ditemukan nilai kemiringan dan sudut kemiringan tangga sekolah. Kemudian untuk menentukan aman atau tidaknya tangga tersebut, saya menunjukkan kepada siswa mengenai Standar Ideal Ukuran Tangga. Berdasarkan standar ukuran tersebut, kemudian saya bersama siswa menarik kesimpulan yakni bahwa tangga sekolah memiliki kemiringan yang ideal atau aman bagi para penggunanya. 

Tutor sebaya merupakan metode yang digunakan pada kegiatan berikutnya. Pada kegiatan tutor sebaya, saya menggunakan fasilitas Breakout Room di Zoom agar siswa dapat berdiskusi dengan bimbingan seorang tutor. Pada kegiatan diskusi ini kelompok diberikan permasalahan yakni siswa berperan sebagai arsitek atau orang yang bekerja di bidang bangunan untuk merancang sebuah tangga dengan ukuran yang mereka tentukan sendiri menggunakan bantuan program geogebra untuk memvisualisasikannya. Setelah itu mereka mempresentasikan hasil rancangan tangga dengan menunjukkan tampilan geogebra kemudian memberikan kesimpulan mengenai tangga rancangan kelompok mereka. Di samping itu, saya mengajak siswa dari kelompok lain untuk memberikan tanggapan dan apresiasi kepada kelompok yang telah menyelesaikan presentasinya. Kegiatan tutor sebaya yang saya terapkan di kegiatan VOC ini berhasil menciptakan keaktifan para siswa. Hal ini ditunjukkan ketika sedang berdiskusi, tutor membimbing teman-temannya, antar anggota saling bertanya dan menjawab serta tidak ada rasa malu atau canggung dalam menyampaikan pendapat mereka kepada tutor. Di sesi ini pula, para partisipan kecuali siswa dapat melakukan kunjungan dari kelompok ke kelompok lainnya untuk melihat jalannya diskusi dengan bantuan host meeting supaya tetap tertib dan tidak mengganggu jalannya diskusi. 

Setelah kegiatan inti selesai, maka dilanjutkan dengan kegiatan berikutnya yaitu penutup. Pada kegiatan ini sebelum melakukan doa penutup saya mengajak siswa untuk membagikan pengalaman atau informasi apa saja yang telah mereka peroleh selama proses pembelajaran berlangsung. Dari informasi yang mereka sampaikan, terlihat sekali bahwa mereka memahami cara mengukur tinggi tangga jika berada diantara dinding, mereka mengetahui standar ideal ukuran tangga yang aman bagi pengguna, mereka mengetahui bahwa geogebra memudahkan dalam memecahkan masalah kemiringan tangga, mereka mengetahui bahwa arsitek atau orang yang bekerja di bidang bangunan memiliki aturan atau pedoman yang harus diikuti ketika membangun sebuah bangunan dalam hal ini tangga.

 

Nah, berdasarkan pengalaman yang telah saya bagikan, bagaimana menurut Anda? Tertarikkah untuk mengadakan kegiatan yang sama seperti di sekolah saya? Pasti sangat tertarik. Karena manfaat VOC yang saya rasakan adalah membantu menumbuhkan kesadaran diri untuk terus mengembangkan kompetensi, kreatifitas, dan motivasi dalam diri dalam rangka menciptakan dan memberikan PJJ yang menarik, mampu mengaktifkan siswa, serta memberikan pembelajaran yang bermakna. Salam Merdeka Belajar!!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Praktik Baik : Payung Anti Tempias

 Praktik Baik : Payung Anti Tempias Sebuah praktik baik yang telah diterapkan pada pembelajaran matematika. Model pembelajaran yang digunakan sudah tentu model yang mampu menciptakan pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan. Ya, Pembelajaran berbasis proyek terintegrasi STEM (Science Technology Engineering Mathematics) menjadi pilihan yang tepat. Pada kegiatan pembelajaran ini, guru memberikan fenomena yang terjadi akhir-akhir ini. Fenomena tersebut adalah perubahan cuaca yang tidak menentu, terkadang panas terkadang hujan. Ssehingga siswa ditantang untuk membuat prototipe sebuah payung dengan menerapkan konsep segitiga dan lingkaran. Dengan menggunakan pendekatan STEM, siswa akan melakukan tahap-tahap Engineering Design Process. Hasil yang dicapai dari pembelajaran ini adalah pembelajaran menjadi menyenangkan dan bermakna karena dari siswa untuk siswa, siswa mampu berpikir kritis dan logis.  Lesson Plan dapat diperoleh di link berikut:  https://guru.kemdikbud.go.id/bukti-karya/pdf/

Curhatan Anak Baru

Aku si anak baru "Namanya mirip-mirip kayak orang yang lahir di Jawa aja, Susanto. Aku panggil Santo aja ah" dalam hatiku sambil melihat si Santo yang baru aja masuk kelas dari kantin bakso. "Hufff.... baru aja jadi anak baru, eh udah dikerjain", gumamku sambil tarik nafas dalam-dalam. Eh, memangnya siapa yang anak baru?? aku loh bukan Santo yang sok kenal itu. Tapi lucu juga sih...niat hati ngerjain aku, eh dia yang kena jebakannya sendiri. Emang enak ?? hahaha... Untung ada si Nungky, temen baru, penyelamatku yang saat itu mengingatkanku untuk segera masuk kelas.  Ahay... Tuhan memang selalu baik sama orang baik, seperti aku (dalam hati), mungkin Tuhan menggumam, "PD amat kamu ini Na".  Perkenalkan, namaku Setiana. Kali ini adalah perkenalan yang sukses dengan teman-teman baruku. Memangnya kenapa?? Karena tidak ada yang menambahkan nama ku dengan awalan Mas. Biasanya, setiap kali aku memperkenalkan diri pasti banyak yang terkejut karena ternyata si empun

Tangguh

Siapa yang tidak tahu dengan lagu yang satu ini? Lagu ini bisa dijadikan sebagai salah satu pembakar semangat di saat kita sedang berada di titik nol. ' Manusia Kuat ', judul lagu ini. Lagu yang dinyanyikan oleh Tulus telah berhasil menjadi lagu terfavorit saya di sepanjang tahun 2020-2022. Pura-pura tangguh bisa diartikan sebagai kondisi seseorang yang sebenarnya tidak kuat atau tidak tangguh atau tidak berani terhadap suatu kondisi yang dihadapinya. Pura-pura tangguh adalah suatu kondisi yang dilakukan seseorang untuk menutupi kondisi sebenarnya dengan maksud tertentu. Pernah menemukan seseorang dengan kepura-puraan ini? Atau mungkin Anda pernah melakukan ini?  Menjadi manusia yang berani, kuat, dan tangguh adalah dambaan semua orang. Bukan hal yang mudah,  namun kita bisa menjadikan diri kita untuk menjadi manusia tangguh. Untuk mengenali apakah kita termasuk ke dalam manusia tangguh atau tidak, dapat dilihat dari seberapa mampu kita menghadapi masalah dalam hidup kita. Dari