Langsung ke konten utama

Menjemput Mimpi (2): Bu Nat

Dok. Pribadi

 "Halo, saya Setiana. Ibu Natalina menunggu di mana ya?", tanya saya melalui panggilan WhatsApp. 

Bu Natalina adalah salah satu finalis guru inspiratif 2021 yang saya temui pertama kali di bandara Soekarno Hatta. Beliau dari Bengkalis, Riau, Kecamatan Siak Kecil. Sungguh tidak direncana perjumpaan kami. Perjumpaan kami bermula dari pesan whatsApp yang kami kirimkan di grup apresiasi yang kemudian saling mengetahui bahwa posisi kami sama-sama sedang di bandara. 

Kutarik koperku menuju tempat Bu Natalina menunggu. Celingak-celinguk kelihatan sekali jika aku sudah lama tidak ke bandara. Tiba-tiba ada yang melambaikan tangan ke arahku, lalu aku menengok ke belkang untuk memastikan bahwa tidak orang di belakangku yang membalas lambaian tangannya. Ah betul, itu pasti Bu Nat, panggilan selanjutnya untuk Bu Natalina.

"Bu Nat sudah berapa lama di sini?", seperti sudah lama kenal saja caraku bertanya. Dan memang betul, kami berdua langsung akrab seperti teman lama yang baru berjumpa. Kami sempatkan duduk beristirahat sambil makan bekal roti masing-masing. 

Obrolan pun berlanjut di dalam taksi.

Di sepanjang perjalanan kami menuju hotel tempat diselenggarakannya acara Apresiasi Guru Inspiratif 2021, banyak sekali hal-hal yang aku kagumi dari Bu Nat. Seorang Ibu muda beranak satu yang mendedikasikan dirinya sebagai guru di sebuah pulau kecil di Riau. Bisa dibayangkan, meskipun dengan keterbatasan akses internet dan tidak banyak pula murid-muridnya yang memiliki handphone atau laptop namun Bu Nat punya cara luar biasa mengajak murid-muridnya untuk tetap semangat dalam memperoleh pembelajaran yang layak di masa pandemi covid-19.

"Sudah sampai lokasi Bu..", kata sopir taksi menghentikan obrolan kami.  

"Wah..tidak terasa sudah sampai", sahut Bu Nat. 

"Hai hotel Novotel, bersama kami di enam hari ke depan yaa", dengan penuh kegembiraan aku turun dan menghampiri koper yang sudah dikeluarkan oleh pak Sopir.

"Terima kasih ya Pak", ucap kami kepada Pak Sopir, bersamaan.

Di Resto.

Ku letakkan tas di kursi sebelah, lalu kusantap makan siang lezat yang masih hangat. Jujur, aku tidak bisa fokus menikmati makan siang yang lezat pada saat itu. Memang mulut ini mengunyah makanan, namun pandangan mata kami berdua melihat sekeliling resto yang dipadati oleh para finalis. Ada rasa insecure yang tiba-tiba muncul, deg-degan ketika melihat para finalis yang semuanya tampak percaya diri.

"Eh Bu Nana..rasanya kita sudah terlalu lama di sini. Yuk, kita registrasi dulu", ajak Bu Nat yang saat itu memang kami kelabasan ngobrol ngalor-ngidul hingga lupa waktu sudah pukul 14.00 WIB. Beranjaklah kami dari meja makan lalu menuju ke meja registrasi. 


Dok. Pribadi

Wah..sudah ramai sekali ruang registrasi ini, dipenuhi dengan 4 antrian di depan meja registrasi. Dengan gercep (Gerak Cepat) aku pun mengambil berkas-berkas yang diperlukan untuk registrasi. Lalu aku beranjak menuju antrian para finalis. Yeah..aku berhasil mendapat antrian yang geraknya cepat, jadi tidak perlu lama-lama berdiri. Di sela-sela mengantri, aku berkenalan dengan beberapa finalis dan juga menyimak pembicaraan antara mereka. Dan isi pembicaraan mereka tidak jauh-jauh dari pengalaman mereka ketika bersama-sama mengikuti lomba tahun lalu.  Wah....benar-benar makin insecure

"Lanjut, Bu.." suara salah satu panitia yang membuyarkan pikiranku yang berkecamuk. "Eh, giliranku sekarang", dalam hati. Lalu, aku duduk dan menyerahkan berkas kepada panitia dan melakukan kroscek bersama panitia. Syukurlah... berkasku lengkap. 

Kudekati Bu Nat, yang masih menata berkas. "Bagaimana Bu? Sudah lengkap semua?" tanyaku.

"Ah, bagaimana ini...berkasku ada yang masih dalam bentuk file", jawab Bu Nat sambil membuka file di Android nya.

"Kalau tidak salah itu printer panitia Bu, siapa tau bisa pinjam untuk ngeprint", saranku kepada Bu Nat yang terlihat kebingungan.

Kemudian Bu Nat beranjak menghampiri panitia untuk meminjam printer. Alhasil berkas lengkap dan siap untuk mengantri melakukan registrasi. 


Bersambung ya...


Lampung, 050322.


Komentar

  1. Wow... Rangkaian kalimat bu Nana eh.. Bu Tian jadi buatku bernostalgia. 😆

    BalasHapus
  2. Wajib diabadikan momen perjumpaan ini Bu😁

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Praktik Baik : Payung Anti Tempias

 Praktik Baik : Payung Anti Tempias Sebuah praktik baik yang telah diterapkan pada pembelajaran matematika. Model pembelajaran yang digunakan sudah tentu model yang mampu menciptakan pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan. Ya, Pembelajaran berbasis proyek terintegrasi STEM (Science Technology Engineering Mathematics) menjadi pilihan yang tepat. Pada kegiatan pembelajaran ini, guru memberikan fenomena yang terjadi akhir-akhir ini. Fenomena tersebut adalah perubahan cuaca yang tidak menentu, terkadang panas terkadang hujan. Ssehingga siswa ditantang untuk membuat prototipe sebuah payung dengan menerapkan konsep segitiga dan lingkaran. Dengan menggunakan pendekatan STEM, siswa akan melakukan tahap-tahap Engineering Design Process. Hasil yang dicapai dari pembelajaran ini adalah pembelajaran menjadi menyenangkan dan bermakna karena dari siswa untuk siswa, siswa mampu berpikir kritis dan logis.  Lesson Plan dapat diperoleh di link berikut:  https://guru.kemdikbud.go.id/bukti-karya/pdf/

Curhatan Anak Baru

Aku si anak baru "Namanya mirip-mirip kayak orang yang lahir di Jawa aja, Susanto. Aku panggil Santo aja ah" dalam hatiku sambil melihat si Santo yang baru aja masuk kelas dari kantin bakso. "Hufff.... baru aja jadi anak baru, eh udah dikerjain", gumamku sambil tarik nafas dalam-dalam. Eh, memangnya siapa yang anak baru?? aku loh bukan Santo yang sok kenal itu. Tapi lucu juga sih...niat hati ngerjain aku, eh dia yang kena jebakannya sendiri. Emang enak ?? hahaha... Untung ada si Nungky, temen baru, penyelamatku yang saat itu mengingatkanku untuk segera masuk kelas.  Ahay... Tuhan memang selalu baik sama orang baik, seperti aku (dalam hati), mungkin Tuhan menggumam, "PD amat kamu ini Na".  Perkenalkan, namaku Setiana. Kali ini adalah perkenalan yang sukses dengan teman-teman baruku. Memangnya kenapa?? Karena tidak ada yang menambahkan nama ku dengan awalan Mas. Biasanya, setiap kali aku memperkenalkan diri pasti banyak yang terkejut karena ternyata si empun

Tangguh

Siapa yang tidak tahu dengan lagu yang satu ini? Lagu ini bisa dijadikan sebagai salah satu pembakar semangat di saat kita sedang berada di titik nol. ' Manusia Kuat ', judul lagu ini. Lagu yang dinyanyikan oleh Tulus telah berhasil menjadi lagu terfavorit saya di sepanjang tahun 2020-2022. Pura-pura tangguh bisa diartikan sebagai kondisi seseorang yang sebenarnya tidak kuat atau tidak tangguh atau tidak berani terhadap suatu kondisi yang dihadapinya. Pura-pura tangguh adalah suatu kondisi yang dilakukan seseorang untuk menutupi kondisi sebenarnya dengan maksud tertentu. Pernah menemukan seseorang dengan kepura-puraan ini? Atau mungkin Anda pernah melakukan ini?  Menjadi manusia yang berani, kuat, dan tangguh adalah dambaan semua orang. Bukan hal yang mudah,  namun kita bisa menjadikan diri kita untuk menjadi manusia tangguh. Untuk mengenali apakah kita termasuk ke dalam manusia tangguh atau tidak, dapat dilihat dari seberapa mampu kita menghadapi masalah dalam hidup kita. Dari