Langsung ke konten utama

Kreativitasku di Masa Pandemi

 

Kreativitasku di Masa Pandemi           

Bagai makan buah simalakama, bagi saya merupakan peribahasa yang paling tepat untuk menggambarkan kondisi pendidikan di Indonesia saat ini. Serba salah, melangkah ke kiri salah, ke kanan salah, maju salah, mundur pun salah. Apabila mundur karena takut dengan pandemi covid-19, maka apa yang akan terjadi dengan peserta didik kita? Pernahkah kita ketika duduk di bangku sekolah merasakan kekhawatiran akan ketinggalan pelajaran padahal hanya 5 (lima) menit ijin pergi ke toilet? Bagaimana dengan kondisi peserta didik kita apabila pembelajaran terus dilakukan secara online? Pernahkan kita berpikir bahwa apabila pembelajaran online yang telah berlangsung cukup lama berdampak terhadap psikologis peserta didik?

Tidak dipungkiri bahwa kekhawatiran saya nyata terhadap resiko penularan covid-19, namun  kekhawatiran saya sebagai pendidik terhadap dampak negatif yang akan dialami oleh peserta didik lebih nyata dan menakutkan. Bagaimana tidak? Coba kita bayangkan apabila pembelajaran jarak jauh tetap dan terus dilakukan maka kemungkinan terbesar akan terjadi learning loss atau ketertinggalan pendidikan yang berimbas pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia beberapa tahun ke depan. Untuk menghindari hal tersebut, maka pemerintah tetap menggelar Pembelajaran Tatap Muka (PTM) demi mencerdaskan generasi muda bangsa.

Tidak hanya peserta didik dan orang tua, PTM bagi saya menjadi satu hal yang paling dinanti-nantikan. Hal ini dikarenakan kami memiliki harapan penuh untuk dapat berjumpa dan berinteraksi kembali dengan anak-anak, walau dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh kita tetap berinteraksi secara interaktif dengan anak-anak. Namun, bagi saya tetap saja seperti ada tembok yg menghalangi jika tidak bertemu secara langsung. Hembusan isu yang mengabarkan bahwa PTM akan segera dilaksanakan, pada saat itu menjadi angin segar bagi kami. Rencana tentang penyelenggaraan PTM ini membawa semangat baru bagi kami para guru dan juga siswa. Bahkan hal ini menjadi sebuah titik terang bagi orang tua yang juga berharap agar sekolah segera  merealisasikan PTM.

Di sisi lain kegembiraan saya dalam menyambut PTM, muncul beberapa hal dalam benak saya mengenai kekhawatiran yang akan terjadi dalam pelaksanaannya. Kekhawatiran yang pertama adalah pembelajaran seperti apa yang harus saya terapkan supaya dalam waktu yang terbatas pembelajaran tetap efektif, menyenangkan, dan aman. Supaya saya tidak salah langkah, maka saya melakukan diagnosa awal sebelum merancang pembelajaran. Diagnosa ini berguna bagi saya untuk dapat mengetahui sejauh mana pengetahuan awal peserta didik yang selama ini mengalami proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) serta dapat memetakan kemampuan setiap peserta didik. Setelah melakukan diagnosa, saya merancang pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan. Mengingat peserta didik sedang dalam penyesuaian dari PJJ ke PTM, maka pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan diharapkan dapat membantu siswa dalam menemukan ritme belajarnya kembali dan dapat meminimalisir terjadinya learning loss. Di sini, pembelajaran lebih ditekankan pada proses, tidak menekankan pada hasil yang berdampak pada psikologis siswa.

Dalam proses merancang pembelajaran yang efektif, inovatif, dan menyenangkan, saya sangat terbantu dengan pengalaman yang diperoleh dari berbagai kegiatan yang telah diikuti seperti, 1) program guru belajar dan berbagi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Program guru belajar yang saya ikuti membantu saya untuk meningkatkan kompetensi merancang PJJ serta membekali saya dengan keterampilan dalam menggunakan teknologi untuk pembelajaran jarak jauh secara efektif dan meaningfull, membekali saya dengan kemampuan memahami kebutuhan peserta didik selama masa pandemi, membantu mengembangkan keterampilan saya dalam memfasilitasi pembelajaran pendidikan keterampilan hidup kepada peserta didik dengan menggunakan metode pembelajaran yang aktif, partisipatif, dan menyenangkan. 2) webinar yang diselenggarakan Guru Inovatif dan dari berbagai lembaga/ instansi yang bergerak dalam pendidikan.

Kegiatan ini memberikan pembelajaran dan informasi terbaru mengenai hal ter-update dalam pendidikan, memberikan pengetahuan kepada saya bagaimana cara pengajaran guru, khususnya di masa pandemik seperti sekarang ini.  3) workshop. Workshop on Southeast Asia Mathematics and Learning Model (SEA-MTLM) Sam Ratulangi Award 2021 dan workshop geogebra penyelenggara Seameo Qitep in Mathematics memberikan ilmu yang sangat bermanfaat.

Saya memperoleh banyak ilmu dan pengetahuan mengenai strategi dan pemodelan dalam pembelajaran matematika yang dapat membantu saya dalam mengembangkan kemampuan mengajar matematika yang efektif, bermakna, dan mengikuti perkembangan teknologi, 4)  berbagi jurnal pada OJS Didaktika Pendidikan Dasar https://doi.org/10.26811/didaktika.v5i2.171, dan 5) lomba-lomba. Beberapa lomba yang telah saya ikuti seperti lomba video pembelajaran inovatif, lomba karya ilmiah, lomba Pembatik 2021, memberikan pengalaman yang sangat luar biasa khususnya bagi pengembangan kompetensi dan keterampilan saya. 4) berbagi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan video pembelajaran di Portal Rumah Belajar, dan 5) mengisi channel youtube saya dengan konten video pembelajaran yang dapat dilihat di https://www.youtube.com/c/YoanaFelois/videos.

Semua pengalaman-pengalaman tersebut sangat membantu saya untuk lebih percaya diri dalam mengelola pembelajaran matematika di masa pandemi covid-19 khususnya di masa PTMT, supaya menghasilkan pembelajaran yang efektif, inovatif, dan menyenangkan bagi peserta didik.

Dari paparan di atas, beberapa pembelajaran matematika pada masa PTM yang telah saya terapkan adalah dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) atau pembelajaran berbasis masalah dan dalam penerapannya saya inovasikan dengan Teknologi Informasi (IT). Hal ini dikarenakan peserta didik saya memiliki kemampuan cukup baik pada literasi digital, sehingga apabila saya kolaborasikan dengan IT maka pembelajaran akan efektif dan menyenangkan.

Beberapa contoh pembelajaran PBL berbasis IT yang sudah saya terapkan selama masa PTM antara lain; 1) memprediksi usia pohon di sekolah tanpa menebang pohon supaya tetap menjaga kelestarian lingkungan. Pada proses pembelajaran, saya menggunakan aplikasi android yaitu PlanNet untuk membantu mengidentifikasi nama dan spesies tanaman yang akan menjadi objek. Kemudian dengan menggunakan konsep perbandingan senilai, peserta didik diajak untuk menentukan usia pohon tersebut dengan mengukur lingkar pohon dan membandingkannya dengan rata-rata ukuran pertumbuhan diameter pohon setiap tahunnya. 2) Membuat visualisasi lemparan bola basket dalam grafik fungsi kuadrat dan dikaitkan dengan gradien serta sudut elevasi.

Dalam pelaksanaannya, peserta didik diajak untuk praktek melempar bola basket ke dalam ring, mengamati, kemudian membuat animasi dengan aplikasi desmos lalu dikaitkan dengan materi gradien dan sudut elevasi. 3) Menentukan aman atau tidaknya tangga sekolah dengan melakukan pengukuran secara langsung kemudian memvisualisasikannya ke dalam aplikasi geogebra. Dengan aplikasi ini, peserta didik akan menentukan kemiringan dan sudut bawah tangga untuk mengetahui curam atau tidaknya tangga. Dalam menentukan tingkat kecuraman/ kelandaian tangga, kami menggunakan aturan standar kemiringan tangga yang diperoleh dari salah satu situs arsitektur. 4) Menentukan takaran tepat pada permasalahan minuman susu coklat. Pada topik ini peserta didik menggunakan aplikasi desmos untuk melakukan uji coba atau praktek secara virtual sehingga dapat menemukan takaran tepat dengan menggunakan konsep perbandingan dan garis bilangan. 5) Menemukan rumus luas permukaan dan volume bangun ruang sisi lengkung dengan menggunakan alat peraga dan aplikasi geogebra. Selain menggunakan aplikasi desmos, geogebra, saya juga menggunakan beberapa aplikasi seperti wordwall, GSuite sebagai domain sekolah, dan memanfaatkan portal rumah belajar sebagai media belajar matematika.

Beberapa pembelajaran yang telah saya terapkan selama PTM memberikan dampak positif khususnya bagi peserta didik. Mereka dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik meskipun pada awalnya mereka terlihat kesulitan untuk konsentrasi namun secara bertahap mereka dapat menyesuaikan dengan cukup baik. Selain itu, peserta didik terlihat aktif dan mampu memecahkan masalah secara mandiri tentunya dengan pendampingan intens dari saya.

Kekhawatiran yang kedua adalah bagaimanakah caranya agar pada PTM sekarang ini, peserta didik saya tetap dapat berkreativitas dan lebih percaya diri, mengingat mereka sudah cukup lama tidak berinteraksi langsung dengan orang lain melalui kegiatan-kegiatan sekolah. Bagi saya, kreativitas dan kepercayaan diri merupakan aspek yang sangat penting bagi peserta didik untuk dapat mengembangkan potensinya meskipun untuk membangun percaya diri, tidaklah mudah dan tidak seperti membalikkan telapak tangan.

Untuk mengatasi kekhawatiran tersebut dan atas persetujuan atasan dan orang tua peserta didik, maka saya bersama tim kreatif membuat beberapa school projects dan drama musikal dan membuka kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh peserta didik untuk terlibat dalam project tersebut. Saya berperan sebagai vocal coach yang berproses bersama peserta didik mulai dari latihan vokal secara virtual, latihan vokal secara offline, rekaman, dan proses akhir adalah pengambilan video. Hasil dari kegiatan ini dapat dilihat di instagram @sdb_zone atau channel youtube sekolah dengan link https://www.youtube.com/watch?v=gddmcXEWD6Q dan https://www.youtube.com/watch?v=IO8FqT9cmw4.

Kegiatan ini sangat terasa dampak positifnya terhadap psikologis peserta didik, mereka menjadi lebih percaya diri dan termotivasi untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Sedangkan bagi saya adalah kreativitas semakin berkembang, menjadi inspirasi dalam mengembangkan kepercayaan diri, memberikan kebebasan peserta didik dalam berkreasi meskipun dalam masa pandemi covid-19.

Bahagia rasanya, karena saya merasa bahwa pembelajaran yang saya terapkan berdampak cukup efektif dan lancar, terlihat dari antusiasme peserta didik. Selain itu, secara bertahap para peserta didik juga dapat menumbuhkan kemandirian, lebih percaya diri, kreativitas dan potensi kembali terasah dan tereksplor. Sejauh ini PTM di SMP Darma Bangsa berjalan baik, aman, dan lancar, karena sekolah kami sangat mematuhi protokol kesehatan 5M yakni Mencuci tangan dengan sabun cair/ hand sanitizer, Memakai masker dengan benar, Menjaga jarak. Menjauhi kerumunan, Mengurangi aktivitas di luar.

                                                                       

Setiana, M.Pd

Guru Matematika

SMP Darma Bangsa, Lampung

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Praktik Baik : Payung Anti Tempias

 Praktik Baik : Payung Anti Tempias Sebuah praktik baik yang telah diterapkan pada pembelajaran matematika. Model pembelajaran yang digunakan sudah tentu model yang mampu menciptakan pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan. Ya, Pembelajaran berbasis proyek terintegrasi STEM (Science Technology Engineering Mathematics) menjadi pilihan yang tepat. Pada kegiatan pembelajaran ini, guru memberikan fenomena yang terjadi akhir-akhir ini. Fenomena tersebut adalah perubahan cuaca yang tidak menentu, terkadang panas terkadang hujan. Ssehingga siswa ditantang untuk membuat prototipe sebuah payung dengan menerapkan konsep segitiga dan lingkaran. Dengan menggunakan pendekatan STEM, siswa akan melakukan tahap-tahap Engineering Design Process. Hasil yang dicapai dari pembelajaran ini adalah pembelajaran menjadi menyenangkan dan bermakna karena dari siswa untuk siswa, siswa mampu berpikir kritis dan logis.  Lesson Plan dapat diperoleh di link berikut:  https://guru.kemdikbud.go.id/bukti-karya/pdf/

Curhatan Anak Baru

Aku si anak baru "Namanya mirip-mirip kayak orang yang lahir di Jawa aja, Susanto. Aku panggil Santo aja ah" dalam hatiku sambil melihat si Santo yang baru aja masuk kelas dari kantin bakso. "Hufff.... baru aja jadi anak baru, eh udah dikerjain", gumamku sambil tarik nafas dalam-dalam. Eh, memangnya siapa yang anak baru?? aku loh bukan Santo yang sok kenal itu. Tapi lucu juga sih...niat hati ngerjain aku, eh dia yang kena jebakannya sendiri. Emang enak ?? hahaha... Untung ada si Nungky, temen baru, penyelamatku yang saat itu mengingatkanku untuk segera masuk kelas.  Ahay... Tuhan memang selalu baik sama orang baik, seperti aku (dalam hati), mungkin Tuhan menggumam, "PD amat kamu ini Na".  Perkenalkan, namaku Setiana. Kali ini adalah perkenalan yang sukses dengan teman-teman baruku. Memangnya kenapa?? Karena tidak ada yang menambahkan nama ku dengan awalan Mas. Biasanya, setiap kali aku memperkenalkan diri pasti banyak yang terkejut karena ternyata si empun

Tangguh

Siapa yang tidak tahu dengan lagu yang satu ini? Lagu ini bisa dijadikan sebagai salah satu pembakar semangat di saat kita sedang berada di titik nol. ' Manusia Kuat ', judul lagu ini. Lagu yang dinyanyikan oleh Tulus telah berhasil menjadi lagu terfavorit saya di sepanjang tahun 2020-2022. Pura-pura tangguh bisa diartikan sebagai kondisi seseorang yang sebenarnya tidak kuat atau tidak tangguh atau tidak berani terhadap suatu kondisi yang dihadapinya. Pura-pura tangguh adalah suatu kondisi yang dilakukan seseorang untuk menutupi kondisi sebenarnya dengan maksud tertentu. Pernah menemukan seseorang dengan kepura-puraan ini? Atau mungkin Anda pernah melakukan ini?  Menjadi manusia yang berani, kuat, dan tangguh adalah dambaan semua orang. Bukan hal yang mudah,  namun kita bisa menjadikan diri kita untuk menjadi manusia tangguh. Untuk mengenali apakah kita termasuk ke dalam manusia tangguh atau tidak, dapat dilihat dari seberapa mampu kita menghadapi masalah dalam hidup kita. Dari